Dysphagia Knowledge Hub — 吞嚥困難知識庫
Panduan IDDSI — Tingkat Makanan dan Minuman untuk Disfagia dalam Bahasa Indonesia
IDDSI (International Dysphagia Diet Standardisation Initiative) adalah standar internasional yang digunakan di lebih dari 50 negara untuk menggambarkan tekstur makanan dan kekentalan minuman yang aman bagi penderita disfagia. Panduan ini menjelaskan 8 tingkat IDDSI dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami oleh keluarga dan pengasuh.
Mengapa IDDSI Penting?
Sebelum IDDSI, setiap rumah sakit menggunakan istilah berbeda-beda — “makanan lunak”, “makanan cincang”, “diet disfagia” — yang membingungkan dan tidak konsisten. IDDSI memberikan definisi yang jelas dan terukur, sehingga:
- Semua anggota tim medis bicara dengan bahasa yang sama
- Keluarga bisa menyiapkan makanan yang tepat di rumah
- Risiko tersedak dan aspirasi bisa diminimalkan
8 Tingkat IDDSI
Tingkat 0 — Minuman Cair Biasa (Thin)
Seperti air putih, teh, susu, jus jeruk segar. Mengalir sangat cepat.
Minuman Indonesia: Air putih, teh tawar, es jeruk, susu cair
Aman untuk: Orang tanpa masalah menelan atau yang diizinkan minum cair biasa oleh terapis.
Tingkat 1 — Cair Agak Kental (Slightly Thick)
Sedikit lebih kental dari air, tapi masih mengalir bebas.
Minuman Indonesia: Air kelapa muda, jus mangga yang sangat encer
Tingkat 2 — Cair Kental Ringan (Mildly Thick)
Mengalir lambat dari sendok dalam bentuk garis, seperti susu kental manis encer.
Minuman Indonesia: Minuman dengan pengental tingkat 2, jus sirsak kental encer
Tingkat 3 — Cair Kental Sedang / Makanan Diblender (Moderately Thick / Liquidised)
Mengalir sangat lambat dari sendok, seperti madu encer. Lolos melalui celah garpu.
Makanan/Minuman Indonesia: Bubur halus diblender, jus buah kental, sup krim diblender halus
Tingkat 4 — Makanan Lembek / Puree (Pureed)
Tidak mengalir. Membentuk gundukan di atas sendok. Tidak lolos celah garpu.
Makanan Indonesia: Bubur putih sangat lembek (tidak diblender), tahu sutra kukus, pisang matang dihaluskan, kentang tumbuk halus, bubur sumsum
Tingkat 5 — Makanan Cincang Lembap (Minced & Moist)
Potongan kecil maksimal 4 mm, lembap dengan saus atau kuah, bisa dikunyah ringan.
Makanan Indonesia: Ikan kukus dicincang halus (tanpa tulang), ayam suwir halus dengan kuah, telur orak-arik lembut, tempe kukus dicincang
Tingkat 6 — Makanan Lunak Potong Kecil (Soft & Bite-Sized)
Potongan maksimal 15 mm. Bisa dilunakkan dengan tekanan lidah dan langit-langit mulut.
Makanan Indonesia: Tahu goreng lunak dipotong kecil, ikan fillet kukus dipotong, pisang potong kecil matang, nasi tim sangat lembek dipotong kecil
Tingkat 7 — Makanan Biasa / Mudah Dikunyah (Regular / Easy to Chew)
Makanan biasa yang tidak memerlukan modifikasi khusus, atau makanan yang mudah dikunyah.
Makanan Indonesia: Nasi putih, sayuran rebus lunak, buah lembut, tempe dan tahu biasa
Cara Melakukan Uji IDDSI di Rumah
Uji Garpu (Fork Pressure Test) — untuk Tingkat 4–7
- Letakkan makanan di atas garpu
- Tekan dengan ibu jari secara perlahan
- Amati apa yang terjadi:
| Hasil | Tingkat |
|---|---|
| Makanan terlipat mulus, tidak ada gumpalan | L4 |
| Makanan pecah menjadi potongan kecil | L5 |
| Butuh tekanan sedang untuk menekan | L6 |
| Tidak bisa ditekan dengan garpu | L7 |
Uji Tetes Garpu (Fork Drip Test) — untuk Tingkat 1–4
- Celupkan garpu ke dalam cairan/makanan cair
- Angkat dan amati bagaimana cairan menetes:
| Hasil | Tingkat |
|---|---|
| Menetes cepat seperti air | L1 |
| Mengalir lambat dalam satu garis | L2 |
| Menetes sangat lambat | L3 |
| Tidak menetes, menempel di garpu | L4 |
Uji Syringe (Syringe Flow Test) — untuk Tingkat 0–3
- Siapkan spuit (syringe) 10 mL tanpa jarum
- Isi dengan cairan yang ingin diuji
- Pegang tegak lurus dan lepaskan plunger
- Hitung berapa mL yang keluar dalam 10 detik:
| Volume yang keluar (10 detik) | Tingkat |
|---|---|
| >10 mL (hampir semua) | L0 |
| 8–10 mL | L1 |
| 4–8 mL | L2 |
| <1 mL | L3 |
Merek Pengental di Indonesia
| Produk | Perusahaan | Keterangan | Cara Mendapatkan |
|---|---|---|---|
| Nutilis Clear | Nutricia (Danone) | Bening, tidak mengubah warna minuman | Distributor Nutricia, apotek besar |
| Resource ThickenUp | Nestlé Health Science | Menghasilkan konsistensi stabil | Apotek Century, K24, Kimia Farma |
| Thick & Easy | Hormel Health Labs | Produk impor | Toko alat kesehatan, marketplace |
| Mead Johnson ThickenAid | Mead Johnson | Berbasis pati | Apotek besar, marketplace |
Catatan Penting tentang Pengental
- Jangan gunakan tepung tapioka (kanji) mentah untuk minuman dingin — tidak larut
- Tepung maizena perlu dimasak terlebih dahulu, tidak efektif untuk minuman yang tidak dipanaskan
- Selalu ikuti petunjuk dosis dari kemasan
- Konsistensi pengental bisa berubah setelah 10–15 menit — siapkan sesaat sebelum dikonsumsi
Pertanyaan Umum
Apakah pasien perlu semua 8 tingkat? Tidak. Terapis wicara akan menentukan 1–2 tingkat yang sesuai untuk pasien berdasarkan hasil evaluasi menelan.
Bisakah tingkat IDDSI berubah? Ya. Seiring pemulihan, pasien bisa naik tingkat (dari L4 ke L5, dst). Konsultasikan perubahan apapun dengan terapis wicara.
Apakah IDDSI digunakan di semua rumah sakit Indonesia? Belum semua, tapi rumah sakit rujukan nasional dan RS universitas sudah mengadopsi standar ini. Tanyakan kepada tim medis apakah mereka menggunakan IDDSI.