Dysphagia Knowledge Hub — 吞嚥困難知識庫
Suplemen Nutrisi Oral (ONS) untuk Lansia Disfagia: Panduan Memilih dan Menggunakan
TL;DR: Lansia dengan disfagia berisiko tinggi mengalami malnutrisi karena asupan makan mereka berkurang drastis. Suplemen Nutrisi Oral (ONS) yang berbentuk cairan atau semi-padat bisa menjadi “jaring pengaman” nutrisi — tetapi harus dipilih yang sesuai dengan level IDDSI yang aman bagi pasien. Panduan ini membantu pengasuh memahami jenis ONS, cara memilih, dan cara menggunakannya dengan benar.
Mengapa Lansia Disfagia Sangat Rentan Malnutrisi
Pada orang sehat, makan adalah aktivitas yang menyenangkan dan mudah. Bagi lansia dengan disfagia, setiap makan adalah perjuangan — membutuhkan waktu lama, melelahkan, dan sering disertai ketidaknyamanan. Akibatnya:
- Asupan kalori berkurang — studi klinis menunjukkan pasien disfagia rata-rata mengonsumsi 30–50% lebih sedikit kalori dibandingkan kebutuhan mereka
- Asupan protein berkurang — otot melemah lebih cepat (sarcopenia), termasuk otot menelan itu sendiri — menciptakan lingkaran setan
- Dehidrasi — karena minuman adalah yang paling sulit ditelan, banyak pasien membatasi minum
- Mikronutrien berkurang — kekurangan zinc, vitamin D, dan folat umum terjadi
Penelitian dari Frontiers in Nutrition (2023) menemukan bahwa sekitar 60% pasien rawat jalan dengan disfagia memenuhi kriteria malnutrisi atau berisiko malnutrisi berdasarkan MNA-SF (Mini Nutritional Assessment-Short Form).
Bagian 1: Apa Itu ONS?
ONS (Oral Nutritional Supplements atau Suplemen Nutrisi Oral) adalah produk makanan medis yang diformulasikan khusus untuk memberikan kalori, protein, dan mikronutrien tinggi dalam volume kecil. Berbeda dengan suplemen biasa (seperti vitamin atau mineral saja), ONS mengandung keseimbangan lengkap makronutrien.
Bentuk ONS yang tersedia
| Bentuk | Deskripsi | Level IDDSI umumnya |
|---|---|---|
| Susu cair siap minum | Cairan seperti susu, bisa diencerkan atau dikental | L0–L2 (perlu dikental untuk disfagia) |
| Semi-solid / gel | Konsistensi pudding atau yogurt | L3–L4 |
| Bubuk (dilarutkan) | Campurkan dengan air, bisa diatur kekentalannya | L0–L4 (tergantung cara penyajian) |
| Suplemen protein bubuk | Ditambahkan ke makanan yang sudah ada | Sesuai makanan yang ditambahi |
Bagian 2: Menyesuaikan ONS dengan Level IDDSI
Ini langkah yang sering dilewatkan: ONS cair biasanya berada di Level 0–1 (cairan encer), yang BERBAHAYA bagi sebagian besar pasien disfagia. Anda perlu menyesuaikan konsistensinya.
Cara menyesuaikan konsistensi ONS
Untuk produk cair (seperti Ensure, Pediasure, Resource):
- Tambahkan pengental makanan sesuai petunjuk untuk mencapai level yang diresepkan terapis
- Uji konsistensi dengan tes IDDSI (tes sendok dan tes fork/spoon) sebelum diberikan kepada pasien
- Ikuti proporsi yang tepat — terlalu sedikit pengental = masih terlalu encer; terlalu banyak = bisa berasa tidak enak
Untuk produk semi-solid:
- Produk seperti Nutridrink Compact Protein atau Fortisip Compact sudah dirancang untuk konsistensi lebih kental
- Tetap verifikasi level IDDSI aktualnya dengan tes sebelum diberikan
Untuk produk bubuk:
- Dapat dilarutkan dengan air lebih sedikit untuk mencapai konsistensi yang lebih kental
- Bisa juga dicampurkan langsung ke dalam bubur atau puree untuk menambah densitas kalori
Bagian 3: Produk ONS yang Tersedia
Di Indonesia
| Produk | Produsen | Kalori/100ml | Protein/100ml | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Ensure | Abbott | 100 kkal | 3,6g | Tersedia luas di apotek; perlu dikental |
| Peptamen | Nestlé | 100 kkal | 4g | Untuk pasien dengan malabsorpsi |
| Fresubin | Fresenius Kabi | 100 kkal | 3,8g | Tersedia di RS besar |
| Diabetasol | Kalbe Farma | 70 kkal | 3g | Untuk pasien DM |
| Nutren Optimum | Nestlé | 100 kkal | 3,6g | Tersedia di apotek |
Catatan untuk Indonesia: Di luar Jawa, ketersediaan produk ONS bisa terbatas. Alternatif lokal: susu full-cream dengan penambahan protein dari telur atau susu skim bisa digunakan sebagai pengganti sementara — konsultasikan dengan ahli gizi.
Di Hong Kong
| Produk | Keterangan |
|---|---|
| Ensure Plus | Tersedia di Watsons, Mannings, supermarket |
| Fortisip Compact Protein | Tersedia di apotek; konsistensi lebih kental |
| Nutilis Complete | ONS berbasis gandum, konsistensi kental (L3–L4), cocok untuk disfagia |
| Resource Thickened Drink | Sudah pra-dikental — periksa level IDDSI spesifik |
| Meiji SF-7M | Tersedia di Jepang-style pharmacy di HK; populer untuk lansia |
Untuk PRT di Hong Kong: Beli di Watson’s atau Mannings, atau pesan melalui HKTVmall. Beberapa produk juga tersedia di apotek rumah sakit dengan harga lebih murah jika pasien memiliki kartu rujukan.
Bagian 4: Cara Memberikan ONS dengan Benar
Timing yang tepat
ONS paling efektif diberikan sebagai suplemen, bukan pengganti makan utama. Waktu terbaik:
- 30–60 menit setelah makan (bukan bersamaan dengan makan — bisa mengurangi nafsu makan)
- Atau sebagai camilan pagi/sore
- Jangan berikan tepat sebelum makan utama — ini akan mengurangi nafsu makan untuk makan utama
Porsi dan frekuensi
Dosis standar ONS untuk lansia yang memerlukan suplemen:
- 1–2 botol/hari (setiap botol biasanya 125–200 ml = 150–300 kkal)
- Untuk pasien yang asupan makannya sangat terbatas (< 50% kebutuhan), dokter mungkin meresepkan hingga 3 botol/hari
- Selalu ikuti instruksi dari ahli gizi atau dokter
Cara meningkatkan penerimaan (compliance)
Banyak lansia menolak ONS karena:
- Rasa yang terlalu manis atau “obat”
- Bosan dengan rasa yang sama setiap hari
- Merasa “bukan makanan sungguhan”
Strategi untuk meningkatkan penerimaan:
- Rotasi rasa (vanilla, cokelat, stroberi)
- Dinginkan dulu di kulkas — beberapa orang lebih suka dingin
- Campurkan ke dalam bubur atau puree — ini menyembunyikan rasa dan menambah kalori makanan
- Sajikan dalam cangkir favorit pasien, bukan dalam botol medis
- Berikan sedikit demi sedikit (50–70 ml sekaligus) daripada langsung 125 ml
Bagian 5: Tanda-Tanda Malnutrisi yang Perlu Diwaspadai
Pantau tanda-tanda berikut secara rutin:
Tanda fisik
- Penurunan berat badan >5% dalam sebulan
- Lengan terasa lebih kurus saat dipegang (kehilangan massa otot)
- Perut terasa “kempes” atau tulang rusuk lebih terlihat
- Kulit tampak kusam, kering, atau mudah memar
- Rambut rontok lebih dari biasanya
- Luka sulit sembuh
Tanda fungsional
- Kelemahan fisik yang meningkat — sulit bangun dari kursi, pegangan tangan lemah
- Kelelahan meningkat — tidur lebih banyak, kurang aktif
- Kebingungan meningkat (malnutrisi memperburuk fungsi kognitif)
- Infeksi berulang (imunitas menurun)
Kapan melaporkan ke dokter
Laporkan segera jika:
- Berat badan turun >2 kg dalam 2 minggu
- Pasien menolak semua makanan dan minuman >2 hari
- Tanda-tanda dehidrasi: mulut sangat kering, tidak buang air kecil dalam 8+ jam, kebingungan mendadak meningkat
Bagian 6: Mengukur Berat Badan di Rumah
Pemantauan berat badan adalah cara paling sederhana dan objektif untuk mendeteksi malnutrisi dini.
Cara mengukur dengan benar:
- Gunakan timbangan yang sama setiap kali
- Timbang pada waktu yang sama (idealnya pagi setelah buang air kecil, sebelum makan)
- Catat dalam buku catatan
- Bandingkan dengan berat bulan lalu
Jika pasien tidak bisa berdiri di timbangan:
- Lingkar lengan atas (Mid-Arm Circumference / MAC): ukur dengan pita centimeter di titik tengah lengan atas (antara siku dan bahu), sisi kanan. Kurang dari 22 cm (wanita) atau 23 cm (pria) mengindikasikan risiko malnutrisi.
- Lingkar betis (Calf Circumference): Kurang dari 31 cm mengindikasikan sarcopenia.
Penutup
ONS adalah alat yang sangat berguna dalam menunjang nutrisi lansia disfagia — tetapi bukan solusi tunggal. Kombinasi terbaik adalah:
- Makanan utama bertekstur yang tepat dengan densitas kalori tinggi
- ONS sebagai suplemen
- Pemantauan rutin berat badan dan asupan
- Konsultasi dengan ahli gizi jika asupan terus tidak memadai
Dengan memahami cara menggunakan ONS dengan benar, Anda membantu memastikan pasien mendapat nutrisi yang dibutuhkan untuk pulih dan mempertahankan kualitas hidup.
Artikel ini bersifat informatif. Pemilihan produk ONS dan dosis yang tepat harus ditentukan oleh dokter atau ahli gizi yang menangani pasien.