Dysphagia Knowledge Hub — 吞嚥困難知識庫
Panduan Suplementasi Nutrisi Oral (ONS) untuk Pasien Disfagia di Indonesia
TL;DR: Pasien disfagia berisiko tinggi mengalami malnutrisi karena asupan makan menurun drastis. Suplementasi Nutrisi Oral (ONS) terbukti meningkatkan berat badan, kekuatan otot, dan kualitas hidup — namun pemilihan produk harus disesuaikan dengan level IDDSI yang aman bagi setiap pasien. Panduan ini membantu pengasuh dan tenaga kesehatan memilih ONS yang tepat, melakukan skrining MNA-SF, dan mengakses produk di Indonesia.
Mengapa Malnutrisi Adalah Ancaman Nyata bagi Pasien Disfagia
Disfagia — kesulitan menelan — bukan sekadar masalah mekanis. Dampaknya terhadap status gizi pasien sering kali lebih berat dari yang disadari keluarga.
Ketika menelan terasa menyakitkan, melelahkan, atau menakutkan, pasien secara alami mengurangi porsi makan. Makanan padat dihindari. Minum pun berkurang karena cairan encer mudah tersedak. Dalam hitungan minggu, berat badan turun, massa otot menyusut, dan imunitas melemah — siklus yang memperburuk disfagia itu sendiri.
Data dari Indonesia menunjukkan skala masalah ini:
- Tinjauan sistematis 2024 (Ann Nutr Metab 80(5):235–252) menemukan bahwa pada lansia Indonesia yang dirawat di institusi (rumah sakit, panti werda, rehabilitasi), prevalensi malnutrisi sangat tinggi. Kekurangan asupan protein mencapai 20% di rumah sakit dan 66% di panti werda, sementara kekurangan kalsium dan vitamin D melebihi 90% di kedua setting.
- Stroke adalah penyebab disfagia terbesar di Indonesia (644.000 kasus baru/tahun; Riskesdas 2018). Disfagia menyertai 40–70% penderita stroke akut, dan malnutrisi secara signifikan memperburuk outcome fungsional.
- Indonesia menghadapi beban ganda: populasi lansia yang bertumbuh (11,93% dari total penduduk pada 2025; BPS) bertemu dengan infrastruktur gizi klinik yang masih terbatas di luar kota besar.
Suplementasi Nutrisi Oral (ONS) adalah solusi berbasis bukti yang dapat dimulai di rumah, di bawah panduan dokter atau ahli gizi.
Apa Itu ONS dan Mengapa Berbeda dari Suplemen Biasa?
ONS (Oral Nutritional Supplement) adalah produk pangan olahan medis yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang tidak mampu memenuhinya dari makanan biasa saja. ONS berbeda dari suplemen vitamin atau susu biasa dalam beberapa hal:
| Aspek | ONS Medis | Suplemen/Susu Biasa |
|---|---|---|
| Kandungan kalori | 1–2 kkal/mL (padat kalori) | Umumnya <0,7 kkal/mL |
| Protein | ≥15–20% dari total energi | Bervariasi, sering rendah |
| Formulasi | Untuk keperluan medis khusus (PKMS) | Produk konsumen umum |
| Regulasi | Diawasi BPOM sebagai PKMS | Regulasi pangan biasa |
| Indikasi | Malnutrisi, risiko malnutrisi, kondisi medis spesifik | Suplementasi umum |
Di Indonesia, ONS medis dikenal dengan istilah Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMS), diatur oleh Peraturan Kepala BPOM dan Permenkes No. 51 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi.
Langkah 1: Skrining Malnutrisi dengan MNA-SF
Sebelum memilih ONS, langkah pertama adalah menilai apakah pasien memang membutuhkan suplementasi. Alat yang paling banyak divalidasi untuk lansia adalah Mini Nutritional Assessment Short-Form (MNA-SF®).
Apa Itu MNA-SF?
MNA-SF adalah instrumen skrining gizi 6 pertanyaan yang divalidasi secara internasional untuk pasien berusia 65 tahun ke atas. Versi bahasa Indonesia tersedia resmi di mna-elderly.com. MNA-SF dapat diselesaikan dalam 5–10 menit oleh tenaga kesehatan atau pengasuh terlatih.
6 Pertanyaan MNA-SF
| No. | Pertanyaan | Skor |
|---|---|---|
| A | Apakah asupan makan berkurang dalam 3 bulan terakhir karena nafsu makan menurun, masalah pencernaan, kesulitan mengunyah atau menelan? | 0–2 |
| B | Apakah berat badan turun dalam 3 bulan terakhir? | 0–3 |
| C | Apakah mobilitas pasien terbatas? | 0–2 |
| D | Apakah ada tekanan psikologis atau penyakit akut dalam 3 bulan terakhir? | 0–2 |
| E | Apakah ada masalah neuropsikologis (demensia atau depresi berat)? | 0–2 |
| F | Berapa IMT (Indeks Massa Tubuh)? (Alternatif: lingkar betis jika IMT tidak bisa diukur) | 0–3 |
Interpretasi Skor MNA-SF
| Total Skor | Interpretasi | Tindakan |
|---|---|---|
| 12–14 | Status gizi normal | Pantau rutin, tidak perlu ONS rutin |
| 8–11 | Risiko malnutrisi | Konsultasikan ke ahli gizi; pertimbangkan ONS |
| 0–7 | Malnutrisi | Rujuk ke dokter/ahli gizi; ONS hampir selalu diperlukan |
Catatan penting untuk disfagia: Pada pasien disfagia, pertanyaan A sering mendapat skor buruk (0) karena kesulitan menelan langsung memengaruhi asupan. Ini menjadikan MNA-SF sangat sensitif untuk mendeteksi risiko pada populasi ini (Cichero et al., 2017; PMID 27913916).
Langkah 2: Memahami Level IDDSI Produk ONS
Tidak semua ONS aman untuk semua pasien disfagia. Kuncinya adalah mencocokkan konsistensi produk dengan level IDDSI yang direkomendasikan oleh dokter atau terapis wicara pasien.
Bagaimana Konsistensi ONS Diklasifikasikan?
Sebuah studi 2025 (ScienceDirect, 2025) mengevaluasi 40 produk ONS dari 7 perusahaan (Abbott, Nestlé Health Science, Fresenius Kabi, Nutricia, dll.) menggunakan klasifikasi IDDSI:
| Level IDDSI | Deskripsi | Contoh Bentuk ONS |
|---|---|---|
| 0 — Cair (Thin) | Mengalir seperti air | Ensure® cair standar, Fresubin® Original Drink, Peptamen® larutan |
| 1 — Sangat Sedikit Kental | Sedikit lebih kental dari air | Produk ONS tertentu dengan penambahan serat |
| 2 — Sedikit Kental | Mengalir lambat dari sendok | Beberapa ONS compact (100 mL padat kalori) |
| 3 — Cukup Kental / Cair Halus | Tidak bisa dituang cepat | ONS krim/sup, yogurt medis |
| 4 — Sangat Kental / Puree | Tidak mengalir, bisa dibentuk | Mousse ONS, pudding medis |
Implikasi Klinis
- Pasien IDDSI Level 0 (cair aman): Hampir semua ONS cair standar bisa digunakan langsung.
- Pasien IDDSI Level 1–2 (perlu cairan agak kental): Tambahkan pengental (thickener) ke ONS cair ATAU gunakan ONS compact yang secara alami lebih kental.
- Pasien IDDSI Level 3 (cairan kental sedang): Gunakan ONS yang sudah dikental dengan tepat menggunakan pengental berbasis guar gum atau xanthan — uji dengan Syringe Flow Test (>8 mL tersisa dalam 10 detik).
- Pasien IDDSI Level 4 (sangat kental/puree): Pilih ONS dalam bentuk mousse, pudding, atau campurkan ONS cair ke dalam makanan purée.
Peringatan penting: Jangan menambahkan pengental ke ONS tanpa mengukur konsistensi akhir. Beberapa pengental berbasis pati (starch) dapat mengencerkan kembali setelah beberapa menit pada suhu ruang tropis Indonesia — gunakan pengental berbasis xanthan gum untuk konsistensi yang lebih stabil (Cichero 2017).
Langkah 3: Memilih Produk ONS yang Tepat di Indonesia
Produk ONS yang Tersedia di Indonesia
Kategori 1: ONS Cair Standar (IDDSI Level 0)
Ensure® (Abbott)
- Kalori: 1,0 kkal/mL; protein: 16,7% dari energi
- Tersedia di apotek, supermarket, dan marketplace online
- Perkiraan harga: Rp 25.000–35.000/240 mL
- Indikasi: nutrisi lengkap untuk pasien dengan risiko malnutrisi
- IDDSI asli: Level 0 (cair) — perlu penambahan pengental untuk pasien dengan pembatasan cairan
Fresubin® Original Drink (Fresenius Kabi)
- Kalori: 1,0 kkal/mL; protein: 15% dari energi; bebas gluten
- Tersedia di apotek dan distributor medis; jarang di minimarket
- Perkiraan harga: Rp 40.000–60.000/200 mL
- Ideal untuk: pasien rumah sakit dan panti werda
- IDDSI asli: Level 0
Fresubin® 2 kcal (Fresenius Kabi)
- Kalori: 2,0 kkal/mL — padat kalori dalam volume kecil (200 mL)
- Sangat berguna saat pasien hanya bisa menelan sedikit
- IDDSI asli: Level 1–2 (lebih kental dari ONS standar)
Nutren® Optimum / Nutren® 1.5 (Nestlé Health Science)
- Nutren 1.5: 1,5 kkal/mL; Nutren Optimum: 1,0 kkal/mL dengan serat
- IDDSI asli: Level 0–1
Kategori 2: ONS Berbasis Peptida (untuk gangguan pencernaan)
Peptamen® (Nestlé Health Science)
- Kalori: 1,0 kkal/mL; protein whey 100% (peptida pendek, mudah diserap)
- MCT untuk pengosongan lambung lebih cepat — cocok untuk pasien yang berisiko refluks
- IDDSI asli: Level 0
- Indikasi khusus: Crohn, sindrom usus pendek, pankreatitis, pasien post-operasi saluran cerna
Kategori 3: Produk Lokal Indonesia
Entrasol® Gold / Entrasol® Platinum (PT Sanghiang Perkasa)
- Produk lokal berbasis susu, diformulasikan untuk lansia 50+ tahun
- Entrasol Gold: kalori sedang, kalsium tinggi; Entrasol Platinum: rendah gula
- IDDSI asli: Level 0 (ketika dilarutkan)
- Tersedia luas di Indomaret, Alfamart, apotek — lebih mudah diakses di luar kota besar
- Perkiraan harga: Rp 80.000–120.000/400 g
Catatan: Entrasol adalah produk konsumen, bukan PKMS. Kandungan kalorinya lebih rendah dari ONS medis di atas. Namun untuk pasien dengan risiko malnutrisi ringan yang tidak bisa mengakses produk medis, ini bisa menjadi pilihan sementara sambil menunggu rujukan.
Kategori 4: ONS Padat Kalori dalam Volume Kecil
Untuk pasien yang hanya bisa menelan volume sangat kecil, produk “compact” atau “2 kkal” adalah pilihan terbaik:
| Produk | Kalori/mL | Volume | Kelebihan |
|---|---|---|---|
| Fresubin® 2 kcal | 2,0 | 200 mL | Padat kalori, tidak perlu banyak menelan |
| Ensure® Plus | 1,5 | 200 mL | Lebih mudah ditemukan |
| Nutren® 1.5 | 1,5 | 250 mL | Protein lebih tinggi |
Bukti Ilmiah: Seberapa Efektif ONS untuk Pasien Disfagia?
Studi Terbaru (2025) — ONS vs NGT pada Disfagia Sedang
Sebuah studi kohort real-world (BMC Geriatrics, 2025) membandingkan ONS dengan tube feeding (NGT) pada pasien geriatri rawat inap dengan disfagia sedang:
- 53% pasien dalam kelompok ONS mengalami perbaikan skor MNA-SF
- 26% dalam kelompok NGT mengalami perbaikan yang sama
- Risiko pneumonia baru, kematian, dan readmisi tidak berbeda signifikan antara kedua kelompok
Temuan ini mendukung pendekatan ONS sebagai lini pertama yang efektif dan lebih nyaman sebelum mempertimbangkan tube feeding, untuk pasien dengan disfagia sedang yang masih bisa menelan dengan aman.
Meta-Analisis: Dampak Diet Tekstur Modifikasi + ONS
Meta-analisis 16 RCT dengan 1.812 pasien dewasa disfagia (PMC12179983, 2024):
- Diet tekstur modifikasi menunjukkan efek signifikan dalam meningkatkan asupan energi (effect size kecil) dan efek sedang dalam meningkatkan asupan protein
- Cairan kental secara signifikan mengurangi risiko aspirasi
Dampak ONS pada Pasien Geriatri Malnutrisi
Tinjauan sistematis dan meta-analisis (PMID 32945835):
- ONS protein tinggi: +1,7 kg berat badan dibandingkan kelompok kontrol
- Perbaikan kecepatan berjalan dan kekuatan genggaman
- Reduksi mortalitas signifikan pada 7 dari 22 analisis subkelompok
- ESPEN merekomendasikan ONS untuk semua pasien geriatri berisiko malnutrisi (ESPEN Geriatric Guideline, 2021)
Cara Menghitung Kebutuhan ONS Pasien Disfagia
Estimasi Kebutuhan Kalori Harian
Panduan umum untuk pasien disfagia lansia:
| Kondisi | Kebutuhan Kalori | Kebutuhan Protein |
|---|---|---|
| Stabil, tidak stres | 25–30 kkal/kg BB/hari | 1,0–1,2 g/kg BB/hari |
| Pasca stroke / infeksi | 30–35 kkal/kg BB/hari | 1,2–1,5 g/kg BB/hari |
| Disfagia sarkopenik | 30 kkal/kg BB/hari | 1,2–1,5 g/kg BB/hari |
| Luka tekan (pressure ulcer) | 35–40 kkal/kg BB/hari | 1,5–2,0 g/kg BB/hari |
Contoh Perhitungan
Lansia 65 kg, pasca stroke, disfagia sedang (IDDSI Level 2–3):
- Kebutuhan kalori: 65 × 30 = 1.950 kkal/hari
- Kebutuhan protein: 65 × 1,3 = 84,5 g protein/hari
- Perkiraan asupan dari makanan tekstur modifikasi: 1.200 kkal (asumsi 60% dari target)
- Kekurangan: ~750 kkal → butuh ~3 porsi ONS 1,0 kkal/mL × 250 mL per hari
Selalu konsultasikan perhitungan ini dengan dokter atau ahli gizi klinik (dietisien). Ini adalah estimasi, bukan rekomendasi klinis individual.
Cara Aman Memberikan ONS kepada Pasien Disfagia
1. Sesuaikan Konsistensi dengan Level IDDSI
Jika produk ONS aslinya Level 0 (cair) dan pasien memerlukan Level 2–3, tambahkan pengental:
Langkah menambahkan pengental ke ONS:
- Siapkan ONS cair di gelas atau wadah
- Tambahkan pengental secara perlahan sambil diaduk terus-menerus
- Tunggu 1–2 menit hingga konsistensi stabil (pengental xanthan gum lebih cepat stabil)
- Uji konsistensi menggunakan Syringe Flow Test (spuit 10 mL, 10 detik)
- Sajikan segera — jangan biarkan terlalu lama, terutama produk berbasis pati
2. Atur Frekuensi dan Porsi
- Berikan ONS di antara waktu makan utama, bukan bersamaan (agar tidak mengurangi nafsu makan)
- Mulai dengan 100 mL per pemberian dan tingkatkan secara bertahap
- Target: 2–3 pemberian ONS per hari sebagai suplemen
3. Perhatikan Suhu
- ONS disajikan pada suhu ruang atau sedikit dingin (15–20°C lebih nyaman)
- Di iklim tropis Indonesia, hindari menyimpan ONS yang sudah dibuka >2 jam di luar lemari es
- Jangan dipanaskan berlebihan karena dapat mengubah konsistensi dan menurunkan nilai gizi
4. Pantau dan Evaluasi
Lakukan penimbangan berat badan dan re-evaluasi MNA-SF setiap 4 minggu. Jika tidak ada perbaikan dalam 8 minggu, diskusikan dengan dokter tentang kemungkinan:
- Peningkatan dosis/frekuensi ONS
- Pergantian produk (misal dari ONS standar ke ONS padat kalori)
- Pertimbangan tube feeding (NGT atau PEG)
Akses BPJS dan Rumah Sakit Rujukan
Apakah ONS Ditanggung BPJS?
ONS medis dapat ditanggung BPJS Kesehatan dalam kondisi tertentu:
- Pasien rawat inap: Makanan dan nutrisi pasien rawat inap, termasuk ONS yang dipesan oleh DPJP (dokter penanggung jawab pasien), umumnya ditanggung sebagai bagian dari paket perawatan.
- Pasien rawat jalan dengan kondisi khusus: Beberapa kondisi seperti kanker, HIV/AIDS, dan kondisi gizi buruk berat mungkin mendapatkan cakupan. Konsultasikan dengan bagian jaminan kesehatan rumah sakit.
- Pembelian mandiri: ONS yang dibeli secara mandiri di apotek biasanya tidak ditanggung BPJS untuk pasien rawat jalan umum.
Kebijakan BPJS berubah secara berkala. Selalu verifikasi cakupan terbaru dengan petugas administrasi rumah sakit atau kantor BPJS setempat.
Rumah Sakit Rujukan dengan Layanan Gizi Klinik dan Disfagia
| Kota | Rumah Sakit | Layanan Terkait |
|---|---|---|
| Jakarta | RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) | Instalasi Gizi, Poli Saraf, Rehab Medik |
| Jakarta | RSPAD Gatot Soebroto | Poli Gizi Klinik |
| Jakarta | RSPI Sulianti Saroso | Gizi klinik |
| Yogyakarta | RSUP Dr. Sardjito | Instalasi Gizi, Rehab Medik |
| Surabaya | RSUD Dr. Soetomo | Poli Gizi, Rehab Medik |
| Bandung | RS Hasan Sadikin | Instalasi Gizi |
| Semarang | RSUP Dr. Kariadi | Poli Gizi Klinik, Rehab Medik |
| Makassar | RSUP Wahidin Sudirohusodo | Rehab Medik, Gizi Klinik |
Untuk daftar terapis wicara (SLP) yang menangani disfagia, hubungi: IKATWI (Ikatan Terapis Wicara Indonesia): ikatwi.org
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
| Kesalahan | Mengapa Berbahaya | Solusi |
|---|---|---|
| Memberikan ONS cair tanpa mengkental untuk pasien Level 2–4 | Risiko aspirasi, pneumonia | Selalu sesuaikan konsistensi dengan level IDDSI |
| Memberikan ONS sebagai pengganti makan utama | Mengurangi variasi gizi, membosankan | ONS adalah suplemen, bukan pengganti makan |
| Menggunakan susu biasa sebagai pengganti ONS | Kandungan kalori dan protein jauh lebih rendah | Gunakan produk ONS medis yang tepat |
| Menyimpan ONS yang sudah dibuka terlalu lama | Kontaminasi bakteri, penurunan kualitas | Konsumsi dalam 2 jam setelah dibuka jika di suhu ruang |
| Menghentikan ONS tiba-tiba setelah membaik | Malnutrisi bisa kambuh | Lakukan penyapihan bertahap di bawah panduan ahli gizi |
| Mengabaikan masalah pencernaan (diare, kembung) | Bisa menyebabkan ketidakpatuhan | Ganti ke ONS berbasis peptida (Peptamen) atau turunkan kecepatan pemberian |
Citations and Sources
- Annals of Nutrition and Metabolism (2024): Malnutrition Prevalence and Nutrient Intakes of Indonesian Older Adults in Institutionalized Care Setting — PMC11446339
- BMC Geriatrics (2025): Effectiveness and safety of oral nutrition in older patients with moderate dysphagia — link.springer.com/article/10.1186/s12877-025-06175-2
- PMC12179983 (2024): Effectiveness of diet modification on dietary nutrient intake, aspiration, and fluid intake for adults with dysphagia — meta-analysis 16 RCTs, 1,812 patients
- PMID 32945835: Quality of the Evidence Supporting the Role of ONS in the Management of Malnutrition — overview of systematic reviews
- PMID 11382797: Guigoz Y et al. Screening for undernutrition in geriatric practice: developing the short-form MNA (MNA-SF)
- PMID 19812868: Validation of the MNA-SF as a practical tool for identification of nutritional status
- PMID 27913916: Cichero JAY et al. Development of International Terminology and Definitions for Texture-Modified Foods — IDDSI Framework — Dysphagia 2017
- ScienceDirect (2025): Determination of the IDDSI level of commercially available oral nutritional supplements
- ESPEN Practical Guideline: Clinical Nutrition and Hydration in Geriatrics (2022) — espen.org
- Permenkes No. 51 — Standar Produk Suplementasi Gizi — Kementerian Kesehatan Indonesia
- MNA-SF Indonesian version — mna-elderly.com (official validated Indonesian translation)
- Riskesdas 2018 — Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI
Artikel ini merangkum informasi yang tersedia untuk umum dari panduan klinis internasional dan literatur ilmiah. Untuk penggunaan klinis, selalu merujuk pada dokumentasi resmi terbaru dan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terdaftar. Halaman ini bukan merupakan nasihat medis.
Last updated: 2026-04-23 · License: CC BY 4.0 · Maintained by SeniorDeli (Carewells) — a Hong Kong social enterprise producing IDDSI-compliant care food for people living with dysphagia. This page is educational only; see About for our clinical partners and social mission.