Dysphagia Knowledge Hub — 吞嚥困難知識庫

Panduan Suplementasi Nutrisi Oral (ONS) untuk Pasien Disfagia di Indonesia

TL;DR: Pasien disfagia berisiko tinggi mengalami malnutrisi karena asupan makan menurun drastis. Suplementasi Nutrisi Oral (ONS) terbukti meningkatkan berat badan, kekuatan otot, dan kualitas hidup — namun pemilihan produk harus disesuaikan dengan level IDDSI yang aman bagi setiap pasien. Panduan ini membantu pengasuh dan tenaga kesehatan memilih ONS yang tepat, melakukan skrining MNA-SF, dan mengakses produk di Indonesia.


Mengapa Malnutrisi Adalah Ancaman Nyata bagi Pasien Disfagia

Disfagia — kesulitan menelan — bukan sekadar masalah mekanis. Dampaknya terhadap status gizi pasien sering kali lebih berat dari yang disadari keluarga.

Ketika menelan terasa menyakitkan, melelahkan, atau menakutkan, pasien secara alami mengurangi porsi makan. Makanan padat dihindari. Minum pun berkurang karena cairan encer mudah tersedak. Dalam hitungan minggu, berat badan turun, massa otot menyusut, dan imunitas melemah — siklus yang memperburuk disfagia itu sendiri.

Data dari Indonesia menunjukkan skala masalah ini:

Suplementasi Nutrisi Oral (ONS) adalah solusi berbasis bukti yang dapat dimulai di rumah, di bawah panduan dokter atau ahli gizi.


Apa Itu ONS dan Mengapa Berbeda dari Suplemen Biasa?

ONS (Oral Nutritional Supplement) adalah produk pangan olahan medis yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang tidak mampu memenuhinya dari makanan biasa saja. ONS berbeda dari suplemen vitamin atau susu biasa dalam beberapa hal:

Aspek ONS Medis Suplemen/Susu Biasa
Kandungan kalori 1–2 kkal/mL (padat kalori) Umumnya <0,7 kkal/mL
Protein ≥15–20% dari total energi Bervariasi, sering rendah
Formulasi Untuk keperluan medis khusus (PKMS) Produk konsumen umum
Regulasi Diawasi BPOM sebagai PKMS Regulasi pangan biasa
Indikasi Malnutrisi, risiko malnutrisi, kondisi medis spesifik Suplementasi umum

Di Indonesia, ONS medis dikenal dengan istilah Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMS), diatur oleh Peraturan Kepala BPOM dan Permenkes No. 51 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi.


Langkah 1: Skrining Malnutrisi dengan MNA-SF

Sebelum memilih ONS, langkah pertama adalah menilai apakah pasien memang membutuhkan suplementasi. Alat yang paling banyak divalidasi untuk lansia adalah Mini Nutritional Assessment Short-Form (MNA-SF®).

Apa Itu MNA-SF?

MNA-SF adalah instrumen skrining gizi 6 pertanyaan yang divalidasi secara internasional untuk pasien berusia 65 tahun ke atas. Versi bahasa Indonesia tersedia resmi di mna-elderly.com. MNA-SF dapat diselesaikan dalam 5–10 menit oleh tenaga kesehatan atau pengasuh terlatih.

6 Pertanyaan MNA-SF

No. Pertanyaan Skor
A Apakah asupan makan berkurang dalam 3 bulan terakhir karena nafsu makan menurun, masalah pencernaan, kesulitan mengunyah atau menelan? 0–2
B Apakah berat badan turun dalam 3 bulan terakhir? 0–3
C Apakah mobilitas pasien terbatas? 0–2
D Apakah ada tekanan psikologis atau penyakit akut dalam 3 bulan terakhir? 0–2
E Apakah ada masalah neuropsikologis (demensia atau depresi berat)? 0–2
F Berapa IMT (Indeks Massa Tubuh)? (Alternatif: lingkar betis jika IMT tidak bisa diukur) 0–3

Interpretasi Skor MNA-SF

Total Skor Interpretasi Tindakan
12–14 Status gizi normal Pantau rutin, tidak perlu ONS rutin
8–11 Risiko malnutrisi Konsultasikan ke ahli gizi; pertimbangkan ONS
0–7 Malnutrisi Rujuk ke dokter/ahli gizi; ONS hampir selalu diperlukan

Catatan penting untuk disfagia: Pada pasien disfagia, pertanyaan A sering mendapat skor buruk (0) karena kesulitan menelan langsung memengaruhi asupan. Ini menjadikan MNA-SF sangat sensitif untuk mendeteksi risiko pada populasi ini (Cichero et al., 2017; PMID 27913916).


Langkah 2: Memahami Level IDDSI Produk ONS

Tidak semua ONS aman untuk semua pasien disfagia. Kuncinya adalah mencocokkan konsistensi produk dengan level IDDSI yang direkomendasikan oleh dokter atau terapis wicara pasien.

Bagaimana Konsistensi ONS Diklasifikasikan?

Sebuah studi 2025 (ScienceDirect, 2025) mengevaluasi 40 produk ONS dari 7 perusahaan (Abbott, Nestlé Health Science, Fresenius Kabi, Nutricia, dll.) menggunakan klasifikasi IDDSI:

Level IDDSI Deskripsi Contoh Bentuk ONS
0 — Cair (Thin) Mengalir seperti air Ensure® cair standar, Fresubin® Original Drink, Peptamen® larutan
1 — Sangat Sedikit Kental Sedikit lebih kental dari air Produk ONS tertentu dengan penambahan serat
2 — Sedikit Kental Mengalir lambat dari sendok Beberapa ONS compact (100 mL padat kalori)
3 — Cukup Kental / Cair Halus Tidak bisa dituang cepat ONS krim/sup, yogurt medis
4 — Sangat Kental / Puree Tidak mengalir, bisa dibentuk Mousse ONS, pudding medis

Implikasi Klinis

Peringatan penting: Jangan menambahkan pengental ke ONS tanpa mengukur konsistensi akhir. Beberapa pengental berbasis pati (starch) dapat mengencerkan kembali setelah beberapa menit pada suhu ruang tropis Indonesia — gunakan pengental berbasis xanthan gum untuk konsistensi yang lebih stabil (Cichero 2017).


Langkah 3: Memilih Produk ONS yang Tepat di Indonesia

Produk ONS yang Tersedia di Indonesia

Kategori 1: ONS Cair Standar (IDDSI Level 0)

Ensure® (Abbott)

Fresubin® Original Drink (Fresenius Kabi)

Fresubin® 2 kcal (Fresenius Kabi)

Nutren® Optimum / Nutren® 1.5 (Nestlé Health Science)

Kategori 2: ONS Berbasis Peptida (untuk gangguan pencernaan)

Peptamen® (Nestlé Health Science)

Kategori 3: Produk Lokal Indonesia

Entrasol® Gold / Entrasol® Platinum (PT Sanghiang Perkasa)

Catatan: Entrasol adalah produk konsumen, bukan PKMS. Kandungan kalorinya lebih rendah dari ONS medis di atas. Namun untuk pasien dengan risiko malnutrisi ringan yang tidak bisa mengakses produk medis, ini bisa menjadi pilihan sementara sambil menunggu rujukan.

Kategori 4: ONS Padat Kalori dalam Volume Kecil

Untuk pasien yang hanya bisa menelan volume sangat kecil, produk “compact” atau “2 kkal” adalah pilihan terbaik:

Produk Kalori/mL Volume Kelebihan
Fresubin® 2 kcal 2,0 200 mL Padat kalori, tidak perlu banyak menelan
Ensure® Plus 1,5 200 mL Lebih mudah ditemukan
Nutren® 1.5 1,5 250 mL Protein lebih tinggi

Bukti Ilmiah: Seberapa Efektif ONS untuk Pasien Disfagia?

Studi Terbaru (2025) — ONS vs NGT pada Disfagia Sedang

Sebuah studi kohort real-world (BMC Geriatrics, 2025) membandingkan ONS dengan tube feeding (NGT) pada pasien geriatri rawat inap dengan disfagia sedang:

Temuan ini mendukung pendekatan ONS sebagai lini pertama yang efektif dan lebih nyaman sebelum mempertimbangkan tube feeding, untuk pasien dengan disfagia sedang yang masih bisa menelan dengan aman.

Meta-Analisis: Dampak Diet Tekstur Modifikasi + ONS

Meta-analisis 16 RCT dengan 1.812 pasien dewasa disfagia (PMC12179983, 2024):

Dampak ONS pada Pasien Geriatri Malnutrisi

Tinjauan sistematis dan meta-analisis (PMID 32945835):


Cara Menghitung Kebutuhan ONS Pasien Disfagia

Estimasi Kebutuhan Kalori Harian

Panduan umum untuk pasien disfagia lansia:

Kondisi Kebutuhan Kalori Kebutuhan Protein
Stabil, tidak stres 25–30 kkal/kg BB/hari 1,0–1,2 g/kg BB/hari
Pasca stroke / infeksi 30–35 kkal/kg BB/hari 1,2–1,5 g/kg BB/hari
Disfagia sarkopenik 30 kkal/kg BB/hari 1,2–1,5 g/kg BB/hari
Luka tekan (pressure ulcer) 35–40 kkal/kg BB/hari 1,5–2,0 g/kg BB/hari

Contoh Perhitungan

Lansia 65 kg, pasca stroke, disfagia sedang (IDDSI Level 2–3):

Selalu konsultasikan perhitungan ini dengan dokter atau ahli gizi klinik (dietisien). Ini adalah estimasi, bukan rekomendasi klinis individual.


Cara Aman Memberikan ONS kepada Pasien Disfagia

1. Sesuaikan Konsistensi dengan Level IDDSI

Jika produk ONS aslinya Level 0 (cair) dan pasien memerlukan Level 2–3, tambahkan pengental:

Langkah menambahkan pengental ke ONS:

  1. Siapkan ONS cair di gelas atau wadah
  2. Tambahkan pengental secara perlahan sambil diaduk terus-menerus
  3. Tunggu 1–2 menit hingga konsistensi stabil (pengental xanthan gum lebih cepat stabil)
  4. Uji konsistensi menggunakan Syringe Flow Test (spuit 10 mL, 10 detik)
  5. Sajikan segera — jangan biarkan terlalu lama, terutama produk berbasis pati

2. Atur Frekuensi dan Porsi

3. Perhatikan Suhu

4. Pantau dan Evaluasi

Lakukan penimbangan berat badan dan re-evaluasi MNA-SF setiap 4 minggu. Jika tidak ada perbaikan dalam 8 minggu, diskusikan dengan dokter tentang kemungkinan:


Akses BPJS dan Rumah Sakit Rujukan

Apakah ONS Ditanggung BPJS?

ONS medis dapat ditanggung BPJS Kesehatan dalam kondisi tertentu:

Kebijakan BPJS berubah secara berkala. Selalu verifikasi cakupan terbaru dengan petugas administrasi rumah sakit atau kantor BPJS setempat.

Rumah Sakit Rujukan dengan Layanan Gizi Klinik dan Disfagia

Kota Rumah Sakit Layanan Terkait
Jakarta RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) Instalasi Gizi, Poli Saraf, Rehab Medik
Jakarta RSPAD Gatot Soebroto Poli Gizi Klinik
Jakarta RSPI Sulianti Saroso Gizi klinik
Yogyakarta RSUP Dr. Sardjito Instalasi Gizi, Rehab Medik
Surabaya RSUD Dr. Soetomo Poli Gizi, Rehab Medik
Bandung RS Hasan Sadikin Instalasi Gizi
Semarang RSUP Dr. Kariadi Poli Gizi Klinik, Rehab Medik
Makassar RSUP Wahidin Sudirohusodo Rehab Medik, Gizi Klinik

Untuk daftar terapis wicara (SLP) yang menangani disfagia, hubungi: IKATWI (Ikatan Terapis Wicara Indonesia): ikatwi.org


Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Kesalahan Mengapa Berbahaya Solusi
Memberikan ONS cair tanpa mengkental untuk pasien Level 2–4 Risiko aspirasi, pneumonia Selalu sesuaikan konsistensi dengan level IDDSI
Memberikan ONS sebagai pengganti makan utama Mengurangi variasi gizi, membosankan ONS adalah suplemen, bukan pengganti makan
Menggunakan susu biasa sebagai pengganti ONS Kandungan kalori dan protein jauh lebih rendah Gunakan produk ONS medis yang tepat
Menyimpan ONS yang sudah dibuka terlalu lama Kontaminasi bakteri, penurunan kualitas Konsumsi dalam 2 jam setelah dibuka jika di suhu ruang
Menghentikan ONS tiba-tiba setelah membaik Malnutrisi bisa kambuh Lakukan penyapihan bertahap di bawah panduan ahli gizi
Mengabaikan masalah pencernaan (diare, kembung) Bisa menyebabkan ketidakpatuhan Ganti ke ONS berbasis peptida (Peptamen) atau turunkan kecepatan pemberian

Citations and Sources


Artikel ini merangkum informasi yang tersedia untuk umum dari panduan klinis internasional dan literatur ilmiah. Untuk penggunaan klinis, selalu merujuk pada dokumentasi resmi terbaru dan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi terdaftar. Halaman ini bukan merupakan nasihat medis.


Last updated: 2026-04-23 · License: CC BY 4.0 · Maintained by SeniorDeli (Carewells) — a Hong Kong social enterprise producing IDDSI-compliant care food for people living with dysphagia. This page is educational only; see About for our clinical partners and social mission.